Rabu, September 21

Contoh Laporan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Unnes Semarang

 



BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Universitas Negeri Semarang merupakan lembaga pendidikan tinggi negeri yang mempunyai jurusan pendidikan dan nonpendidikan, dimana jurusan kependidikan luarannya yaitu berupa calon pendidik atau guru. Untuk itu, dalam menyiapkan tenaga kependidikan yang profesional seorang calon pendidik diharuskan menempuh berbagai macam mata kuliah seperti Perencanaan Pengajaran, Strategi Belajar Mengajar, Evaluasi Pendidikan, Microteaching serta yang paling penting adalah PPL. PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) yaitu semua kegiatan kurikuler yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah atau tempat latihan lainnya. PPL ini meliputi : praktik mengajar, praktik administrasi, praktik bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kokurikuler dan atau ekstra kurikuler yang berlaku disekolah atau tempat latihan.
Mengingat pada saat ini Indonesia masih membutuhkan tenaga pendidikan yang profesional, maka UNNES juga ikut bertanggung jawab atas ketersediaan calon tenaga kependidikan atau calon guru. Oleh karena itu, untuk menyiapkan tenaga calon pendidik yang intelek dan profesional, Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta untuk bersedia dijadikan tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) oleh mahasiswa UNNES. PPL yang dilakukan pada tahun 2009 dibagi atas 2 macam tahapan yaitu PPL I dan PPL II. PPL I dan PPL II dilakukan selama 3 bulan, yakni mulai bulan Oktober sampai bulan Desember 2009.
PPL 1 atau PPL dini pelaksanaannya berupa observasi fisik dan administrasi sekolah. Hal ini dilakukan agar calon pendidik terbiasa dan mengenal mengenai seluk beluk atau karakter sekolah latihan. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan observasi pembelajaran dalam kelas. PPL 1 ini dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2009. Adapun PPL II yaitu merupakan tindak lanjut dari PPL I dimana mahasiswa praktikan sudah diberikan wewenang untuk melakukan pembelajaran dalam kelas. PPL 2 berakhir pada tanggal 16 Desember 2009.

B.     TUJUAN  PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 (PPL 2)
1.      Tujuan Umum
Praktik Pengalaman Lapangan bertujuan untuk membentuk mahasiswa praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang profesional, sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan kompentensi yang meliputi: kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
2.      Tujuan khusus
Meningkatkan, memperluas dan memantapkan sikap etis profesionalisme dan nasionalisme yang diperlukan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan bidangnya.

C.    MANFAAT PPL 2
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL 2) diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua komponen yang terkait yaitu mahasiswa praktikan, sekolah, dan perguruan tinggi yang bersangkutan.
1.      Manfaat bagi mahasiswa praktikan
a.    Praktikan dapat mengetahui dan mempraktikan secara langsung mengenai cara-cara pembuatan perangkat pembelajaran seperti Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibimbing oleh guru pamong masing-masing.
b.    Praktikan juga dapat mempraktikan ilmu yang diperoleh selama di bangku perkuliahan melalui proses pengajaran yang dibimbing oleh guru pamong di dalam kelas.
c.    Mahasiswa praktikan diharapkan mempunyai bekal yang menunjang tercapainya penguasaan kompetensi profesional, personal, dan kemasyarakatan.
d.   Mendewasakan cara berpikir dan meningkatkan daya nalar mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah.
e.    Mengetahui dan mengenal secara langsung kegiatan dan kegiatan pendidikan lainnya disekolah latihan.
2.      Manfaat untuk sekolah
a.    Dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam membimbing anak-anak didik maupun  mahasiswa PPL serta dapat menambah profesionalisme guru di dalam proses belajar mengajar.
b.    Mempererat kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan tinggi yang bersangkutan.
3.      Manfaat untuk UNNES
a.    Dapat meningkatkan kerjasama antara sekolah yang bermuara pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia.
b.    Dapat memperoleh masukan tentang pendidikan yang dipakai sebagai bahan pertimbangan penelitian.
c.    Dapat memperoleh masukan tentang perkembangan pelaksanaan PPL, sehingga pengelolaan proses KBM di instansi atau sekolah dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di lapangan.
d.   Selain itu, UNNES juga dapat memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan sekolah yang terkait.



BAB II
LANDASAN TEORI

A.           PENGERTIAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)  adalah kegiatan kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang mengambil program kependidikan. Praktik Pengalaman Lapangan merupakan pelatihan untuk menerapkan teori yang diperoleh dalam semester-semester sebelumnya. Pelaksanaan ini sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah maupun di luar sekolah.
PPL yang didasarkan pada Peraturan Rektor No. 22 Tahun 2008, berfungsi memberikan bekal kepada mahasiswa praktikan agar mereka memiliki kompentensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Sasarannya adalah mahasiswa praktikan memiliki seperangkat pengetahuan sikap dan ketrampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi profesional, personal, dan kemasyarakatan.
B.       TUGAS GURU DI SEKOLAH DAN KELAS
Guru sebagai tenaga pengajar dijenjang pendidikan dasar maupun menengah harus mempunyai kualitas diri sendiri serta mengembangkan kepribadiannya sebagai salah satu upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Selain itu guru perlu menjaga citra dirinya sehingga dapat dijadikan teladan bagi siswa dan lingkungan. Berikut ini adalah tugas guru disekolah dan dikelas sebagai pengajar, pendidik, anggota sekolah maupun sebagai anggota masyarakat.

C.     SASARAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN
            Praktik Pengalaman Lapangan mempunyai sasaran agar mahasiswa praktikan memiliki seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi  personal dan kompetensi sosial. Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan yang dilaksanakan di sekolah latihan meliputi kegiatan orientasi, observasi, pengajaran terbimbing, pelatihan mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan lain yang sesuai.
D.    STRUKTUR ORGANISASI SEKOLAH
Sekolah adalah suatu tempat dimana sistem pendidikan formal dilaksanakan. Sekolah diibaratkan masyarakat, dimana didalamnya terdapat masyarakat sekolah yang dibatasi oleh tata tertib yang ada di sekolah. Di sekolah terdapat pula struktur seperti yang ada dalam masyarakat umumnya. Struktur organusasi yang ada di sekolah meliputi kepala sekolah, guru, siswa, pegawai tata usaha sampai dengan tukang kebun. Hal ini diharapkan agar terjadi hubungan timbal balik dari atasan ke bawahan. Koordinasi diperlukan untuk mencapai tujuan bersama dalam proses pendidikan.

E.     KURIKULUM DAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SMA/MA
Kurikulum dalam hal ini diibaratkan sebagai sebuah lintasan yang harus ditempuh oleh para siswa. Guru haruslah aktif dan selalu melakukan inovatif agar kurikulum yang ditetapkan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Kurikulum adalah perangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Kurikulum memuat landasan apa yang dipakai sebagai acuan dan pedoman dalam pengembangan kurikulum, tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan menengah dan tujuan pada pendidikan sekolah menengah atas. Program pengajaran mencakup isi program pengajaran, lama pendidikan dan susunan program pengajaran serta pelaksanaan pengajaran di tingkat nasional dan daerah. Adapun tujuan pendidikan pada jenjang SMA/MA adalah
1.      Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu, teknologi dan kesenian.
2.      Meningkatkan memampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial budaya dan alam sekitar.

F.     KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
Kurikulum berisi mengenai landasan apa yang dipakai sebagai acauan dan pedoman dalam pengembangan kurikulum, tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan menengah dan tujuan pada pendidikan. KTSP mengacu pada standar nasional terdiri dari standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
1.      Landasan KTSP :
a.       UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
b.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
c.       Kepmendiknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi.
2.      Tujuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak yang mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
3.      Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dari standar isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut :
a.       Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
b.      Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
c.       Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
d.      Kelompok mata pelajaran estetika.
e.       Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesenian.
Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan atau kegiatan pembelajaran sebagai mana diuraikan dalam PP No. 19 tahun 2005 pasal 7. Sesuai dengan kurikulum menengah umum yang baru yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), dalam mengelola proses belajar mengajar guru dituntut untuk melaksanakan :
1.      Menyusun program tahunan (PROTA)
2.      Penjabaran tentang kompetensi dasar yang akan dicapai, materi pembelajaran, alokasi waktu, sumber bahan, indikator pencapaian, dan sistem pengujian.
3.      Penjabaran tentang struktur kurikulum yanhg diterapkan di sekolah
4.      Menyusun persiapan mengajar
5.      Melaksanakan perbaikan dan pengayaan.
Langkah-langkah diatas dijabarkan dalam perangkat pembelajaran yang terdiri atas :
1.      PROGRAM TAHUNAN (PROTA)
Program tahunan memuat alokasi waktu untuk setiap satuan pokok bahasan pada setiap semester. Dipakai sebagai acuan dalam membuat promes. Komponen utama prota adalah pokok bahasan dan alokasi waktunya yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengajaran.
2.      PROGRAM SEMESTER (PROMES)
Promes memuat alokasi waktu untuk satu semester. Dipakai dalam acuan menyusun silabus dan pengatur efisiensi penggunaan waktu belajar yang mengacu pada kalender pendidikan.
3.      SILABUS
Adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran / tema tertentu yang mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar, pencapaian kompetensi untuk penilaian.
4.      RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RPP merupakan lembar persiapan guru untuk tiap pertemuan. Berfungsi untuk acuan melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar dikelas agar pembelajaran lebih efektif dan efisien. Dengan adanya RPP ini diharapkan pengajaran yang dilakukan oleh guru tidak  melenceng jauh dari materi yang diajarkan. Guru yang membuat sendiri RPP maka guru juga harus menjalankannya.
5.      KALENDER PENDIDIKAN
Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Kalender pendidikan yang dipakai di MAN 1 Kota Magelang mengacu pada kalender yang diterbitkan oleh Departemen Agama Jawa Tengah. Namun dalam pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Misalnya didalam kalender pendidikan telah ditentukan waktu pelaksanaan mid semester, namun dalam pelaksanaannya waktu bisa lebih maju atau bahkan mundur dari tanggal dalam kalender akademik.


BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN II
A. Waktu Kegiatan
            Kegiatan praktik PPL 2 mahasiswa Universitas Negeri Semarang program studi S1 kependidikan tahun 2009 dilaksanakan secara berkesinambungan dengan PPL 1. Dimana PPL 1 telah dilaksanakan pada tanggal 7 Oktober 2009 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2009. Adapun Program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) II dilaksanakan mulai tanggal 19 Oktober 2009 sampai 16 Desember 2009.
B. Tempat Kegiatan
 Sekolah yang ditunjuk adalah MAN 1 Kota Magelang tepatnya di Jalan Raya  Payaman No. 1 Kota Magelang. Hal ini ditetapkan berdasarkan persetujuan Rektor Universitas Negeri Semarang dengan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama atau pimpinan lain yang sesuai.
C. Tahapan Kegiatan
            Tahap-tahap kegiatan Praktek Pengalaman Lapangan ( PPL I/ II ) meliputi :
1) Kegiatan di kampus, meliputi :
1.   Pembekalan
Pembekalan dilaksanakan di kampus selama  3 hari yaitu mulai 2 sampai tanggal 4 Oktober 2009.
2.   Upacara Penerjunan
Upacara Penerjunan dilakukan di depan gedung rektorat UNNES pada tanggal 5 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB sampai selesai. Kemudian penerimaan mahasiswa PPL dilakukan di MAN 1 Kota Magelang pada tanggal 7 Oktober pada pukul 10.00 WIB.


2) Kegiatan inti di sekolah
1.   Penyerahan
Penyerahan mahasiswa praktikan sejumlah 14 orang di sekolah latihan dilakukan oleh Dosen Koordinator kepada MAN 1 Kota Magelang pada tanggal 7 Oktober 2009 pukul 11.00 WIB. Dan secara resmi yang dihadiri oleh semua mahasiswa PPL.
2.   Kegiatan inti Praktek Pengalaman Lapangan
a. Pengalaman Lapangan
Kegiatan Pengenalan Lapangan di MAN 1 Kota Magelang sebenarnya setelah dilaksanakan pada PPL I. Namun pada PPL II ini dilakukan sekedar untuk mengingat kembali. Dengan demikian data pengenalan lapangan tidak dilampirkan kembali karena sudah dilampirkan pada PPL I.
b. Pengajaran Model
Pengajaran model adalah kegiatan yang dilakukan praktikan dengan cara mengamati guru pamong dalam melakukan proses pembelajaran terhadap siswa. Melalui kegiatan ini praktikan dapat mengetahaui bagaiman guru mengajar, mengelola kelas, membuka pelajaran, cara mengajar dan permasalahan yang ada di dalam kelas.
c. Pengajaran Terbimbing
Pengajaran terbimbing adalah kegiatan pengajaran yang dilakukan oleh praktikan dengan bimbingan guru pamong, dalam artian guru pamong ikut masuk kelas setelah praktikan siap menyediakan rencana pengajaran.
Pengajaran ini memberikan informasi kepada praktikan tentang kemampuan apa saja yang harus dimiliki seorang guru. Kemampuan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
(1) Membuka pelajaran
Dalam mengawali proses belajar mengajar praktikan mengawal dengan salam, mengkondisikan kelas agar siswa siap untuk mengikuti pelajaran, memberikan pertanyaan materi sebelumnya dan merangkaikan materi yang akan disampaikan.
(2) Komunikasi dengan siswa
Komunikasi dengan siswa bejalan dengan sangat baik dalam kegiatan belajar maupun di luar belajar.
(3) Metode pembelajaran
            Metode yang digunakan praktikan dalam kegiatan belajar mengajar adalah dengan ceramah variasi, inkuiri, paper share, peta konsep (mind map), kata kunci, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Kurikulum yang digunakan adalah KTSP.
(4) Variasi dalam pelajaran
Variasi yang digunakan praktikan dalam kegiatan belajar mengajar adalah dengan memberikan materi kemudian diselingi dengan tanya jawab serta pertanyaan pada siswa. Selain itu, praktikan juga menggunakan media digital untuk menarik minat siswa, baik itu berwujud drama, power point, ataupun film yang relevan dengan materi pembelajaran.
(5) Memberikan penguatan
Untuk materi yang penting praktikan memberikan penguatan materi dengan cara memberikan contoh yang mudah dimengerti serta menganalogikan dengan kehidupan sehari-hari.
(6) Menulis di papan tulis dan penggunaan LCD
Agar siswa lebih mengerti dan memahami terhadap materi yang disampaikan, praktikan menulis keterangan tentang materi di papan tulis. Selain itu, untuk memberikan variasi dalam pembelajaran, praktikan menggunakan media LCD untuk lebih menarik minat siswa ketika memahamkan materi pada siswa.
(7) Mengkondisikan situasi belajar
Praktikan berusaha membuat kelas terkondisi dengan cara memberikan pertanyaan pada siswa yang ramai serta memberikan perhatian dan motivasi pada siswa. Lebih dari itu, praktikan juga menggunakan pendekatan afektif dan persuasif agar mengenal siswa secara lebih dekat. Dalam hal ini guru praktikan berperan sebagai motivator sekaligus relasi belajar.

(8) Memberi pertanyaan
Untuk menghidupkan suasana pembelajaran dan agar pembelajaran berlangsung dua arah, praktikan memberikan pertanyaan seputar materi yang telah diberikan. Hal ini juga dilakukan agar praktikan mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi.
(9) Menilai hasil belajar
Untuk menilai hasil belajar siswa, praktikan memberikan tugas dan ulangan harian. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan dan penguasaan siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Selain itu, praktikan juga menilai pembelajaran berdasarkan sikap siswa selama proses pembelajaran.
(10) Menutup pelajaran
            Pada akhir pelajaran praktikan menutup pelajaran dengan menyimpulkan materi atau memberi tugas kepada siswa. Ketika menyimpulkan, praktikan menggunakan analogi sederhana untuk lebih meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan.
d. Pengajaran Mandiri
Pengajaran mandiri adalah kegiatan pelatihan mengajar dan tugas keguruan lainya dengan mengkonsultasikan dahulu perangkat pembelajarannya pada guru pamong,diman guru pamong tidak ikut masuk kelas. Jadi pengajaran ini melatih praktikan untuk berkreasi dalam memberikan materi, menggunakan metode yang sesuai sehinga melatih praktikan untu menjadi guru yang sebenarnya.
e. Pelaksanaan ujian praktek mengajar
Ujian praktek mengajar dilakukan dikelas oleh guru pamong.
f. Bimbingan penyusunan laporan
Dalam penyusunan laporan, praktikan mendapat bimbingan dari berbagai pihak,baik guru pamong, dosen koordinator dan dosen pembimbing, serta pihak-pihak yang terkait, sehingga laporan dapat disusun dengan baik dan terselesaikan tepat pada waktunya.

D.    Materi Kegiatan
            Materi kegiatan dalam Praktek Pengalaman Lapangan II ini, antara lain:
1.  Membuat perangkat pembelajaran atas bimbingan guru pamong.
2. Melaksanakan praktek mengajar atas bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.
3. Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

E. Proses Pembimbingan
            Bimbingan dari dosen pembimbing serta guru pamong selama kegiatan PPL berlangsung secara efektif dan efisien. Sebelum melakukan kegiatan belajar-mengajar praktikan mengkonsultasikan materi kepada guru pamong terlebih dahulu.
      ●  Guru pamong sangat berpengalaman dalam bidangnya. Guru pamong tidak henti-hentinya memberikan masukan terhadap praktikan, baik dalam cara menyampaikan materi, sikap di depan kelas, cara menangani siswa yang ramai, serta dalam hal membuat soal ulangan.

Selengkapnya Unduh di SINI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Masukan apapun pastinya suara anda akan sangat dihargai... Tanxs